Pelajari Tata Bahasa Arab Dari Dasar: Bagian 3
Rekap Pelajaran Terakhir:
(1) Kasus default kata benda bahasa Arab adalah 'marfoo "yaitu nominatif.
(2) Kami belajar tentang Partikel Tertentu ال "Al"
(3) Kita mengetahui bahwa ketika sebuah kata benda memiliki "Al" pada awalnya maka tidak dapat memiliki "tanween" pada akhirnya.
(4) ا "alif" dari ال "Al" diucapkan hanya jika tidak didahului dengan kata lain.
(5) Kami belajar tentang Matahari dan Surat Bulan.
(6) Kami juga melihat beberapa contoh dari Al Qur'an dan Hadits.
Daftar Isi
(1) Kalimat dalam bahasa Arab
(2) Kalimat nominal - الجملة الإسمية (al-jumlatul ismiyyah)
(3) Sifat al-mubtada 'wa l-khabar
(4) Kata Pengantar Demonstrasi - اسم الإشارة (Ismu l-ishaara)
a) هذا (haadha
b) ذلك (dhaalika
(5) Noun dan Partikel untuk Mempertanyakan - حرف الإستفهام اسم و
a) أين (ayna)
b) أ (Aa)
c) هل (hal)
ولد (waladu-n) - "Anak laki-laki"
بنت (bintu-n) - "Seorang gadis"
كتاب (kitaabu-n) - "Sebuah buku"
كتب (kutubu-n) - "Buku"
مسجد (masjidu-n) - "Sebuah masjid"
باب (babun) - "pintu"
قريب (qareebu-n) - "dekat"
بعيد (ba'eedun) - "Jauh sekali"
مدرس (mudarrisun) - "Seorang guru (pria)
مدرسون (mudarrisoona) - "(Pria) Guru"
Catatan: Pergi melalui Kosakata sebanyak mungkin dan mencoba dan mempelajari kata-kata ini dengan makna dalam waktu seminggu Insya Allah. Ingat, bahwa tanpa Kosakata, belajar Bahasa apa pun tidak ada gunanya.
Dalam bahasa Arab ada dua macam kalimat.
Yang dimulai dengan kata benda disebut kalimat nominal الجملة الإسمية (al-jumlatul ismiyyah)
Dan yang dimulai dengan kata kerja disebut kalimat verbal الفعلية الجملة (al-jumlatul fi'liyya)
Kita akan belajar tentang kalimat nominal sekarang, dan nanti kita akan belajar tentang kalimat lisan insya Allah.
Sama seperti dalam bahasa Inggris, kalimat nominal dalam bahasa Arab memiliki dua bagian: المبتدأ (Al-mubtada '), diterjemahkan sebagai "Subjek Nominatif" dan الخبر (Al-khabar), yang diterjemahkan sebagai "Predikat Nominatif"
Kata benda yang mana kalimat nominalnya dimulai disebut subjek (المبتدأ), dan bagian lain yang menyebutkan sesuatu tentang hal itu disebut predikat (الخبر).
Sedikit Sifat al-mubtada 'wa l-khabar yang harus selalu diingat.
(1) المبتدأ berasal dari kata Arab الإبتداء (al-ibtida ') yang berarti awal atau awal, dan karenanya (al-mubtada) adalah yang datang pada awal kalimat.
(2) المبتدأ adalah sebuah kata benda yang menjadi subyek pembicaraan atau diskusi.
(3) Negara-negara di dalam negerinya (asalnya) pada umumnya adalah معرفة (ma'arifa) yaitu yang pasti.
(4) المبتدأ umumnya adalah مرفوع (marfoo ') yaitu Nominative, artinya dibutuhkan dhammah atau dhammataan pada huruf terakhir isme.
(2) الخبر memberikan informasi atau berita tentang المبتدأ, dan dengan mana ia melengkapi keuntungan dengan المبتدأ.
(3) الخبر in the أصل (origin) umumnya نكرة (nakira) yaitu tidak terbatas.
(4) الخبر umumnya adalah مرفوع (marfoo ') yaitu nominatif, artinya dibutuhkan dhammah atau dhammataan pada huruf terakhir isme.
Catatan: المبتدأ (al-mubtada ') & الخبر (al-khabar) akan sama-sama cocok dalam jenis kelamin misalnya jika al-mubtada bersifat maskulin, maka al-khabar juga akan maskulin dan sebaliknya.
Anti bintu-n? (Benar) Anta bintu-n? (Salah) Anti waladu-n? (Salah)
Jika ada dua subjek dan jenis kelaminnya berbeda, artinya satu maskulin dan satu feminin, predikatnya maskulin, mis. (ar-rajulu wal-waladu wa l-bintu tullaabun) - Pria, anak laki-laki dan perempuan itu adalah siswa (m).
Dan TIDAK (ar-rajulu wal-waladu wa l-bintu taalibaatun) - Pria, anak laki-laki dan perempuan itu adalah siswa (f). [Jangan bingung di sini, kita akan membahasnya secara rinci dalam pelajaran yang akan datang InsyaAllah]
[Catatan: tullaabun berarti "(laki-laki) siswa" dan taalibaatun berarti "(perempuan) siswa"]
Contoh:
الرجل طالب (ar-rajulu taalibun) - Pria itu adalah murid (Mubtada '= ar-rajulu dan khabar = taalibun)
(al-masjidu kareebu-n) - Masjid sudah dekat (Mubtada '= al-masjidu dan khabar = kareebu-n) المسجد قريب
(Nahnu fil-buyuti) - Kami ada di rumah-rumah (Mubtada '= nahnu dan Khabar = fil-buyuti) نحن في البيوت
(1) Kasus default kata benda bahasa Arab adalah 'marfoo "yaitu nominatif.
(2) Kami belajar tentang Partikel Tertentu ال "Al"
(3) Kita mengetahui bahwa ketika sebuah kata benda memiliki "Al" pada awalnya maka tidak dapat memiliki "tanween" pada akhirnya.
(4) ا "alif" dari ال "Al" diucapkan hanya jika tidak didahului dengan kata lain.
(5) Kami belajar tentang Matahari dan Surat Bulan.
(6) Kami juga melihat beberapa contoh dari Al Qur'an dan Hadits.
(1) Kalimat dalam bahasa Arab
(2) Kalimat nominal - الجملة الإسمية (al-jumlatul ismiyyah)
(3) Sifat al-mubtada 'wa l-khabar
(4) Kata Pengantar Demonstrasi - اسم الإشارة (Ismu l-ishaara)
a) هذا (haadha
b) ذلك (dhaalika
(5) Noun dan Partikel untuk Mempertanyakan - حرف الإستفهام اسم و
a) أين (ayna)
b) أ (Aa)
c) هل (hal)
Kunjungi:Kursus Bahasa Arab Al-Azhar Di Pare
Kosa kataولد (waladu-n) - "Anak laki-laki"
بنت (bintu-n) - "Seorang gadis"
كتاب (kitaabu-n) - "Sebuah buku"
كتب (kutubu-n) - "Buku"
مسجد (masjidu-n) - "Sebuah masjid"
باب (babun) - "pintu"
قريب (qareebu-n) - "dekat"
بعيد (ba'eedun) - "Jauh sekali"
مدرس (mudarrisun) - "Seorang guru (pria)
مدرسون (mudarrisoona) - "(Pria) Guru"
Catatan: Pergi melalui Kosakata sebanyak mungkin dan mencoba dan mempelajari kata-kata ini dengan makna dalam waktu seminggu Insya Allah. Ingat, bahwa tanpa Kosakata, belajar Bahasa apa pun tidak ada gunanya.
Kalimat dalam bahasa Arab
Dalam bahasa Arab ada dua macam kalimat.
Yang dimulai dengan kata benda disebut kalimat nominal الجملة الإسمية (al-jumlatul ismiyyah)
Dan yang dimulai dengan kata kerja disebut kalimat verbal الفعلية الجملة (al-jumlatul fi'liyya)
Kita akan belajar tentang kalimat nominal sekarang, dan nanti kita akan belajar tentang kalimat lisan insya Allah.
Kalimat nominal - الجملة الإسمية (al-jumlatul ismiyyah)
Sama seperti dalam bahasa Inggris, kalimat nominal dalam bahasa Arab memiliki dua bagian: المبتدأ (Al-mubtada '), diterjemahkan sebagai "Subjek Nominatif" dan الخبر (Al-khabar), yang diterjemahkan sebagai "Predikat Nominatif"
Kata benda yang mana kalimat nominalnya dimulai disebut subjek (المبتدأ), dan bagian lain yang menyebutkan sesuatu tentang hal itu disebut predikat (الخبر).
المبتدأ (al-mubtada ') - Subjek Nominatif
(1) المبتدأ berasal dari kata Arab الإبتداء (al-ibtida ') yang berarti awal atau awal, dan karenanya (al-mubtada) adalah yang datang pada awal kalimat.
(2) المبتدأ adalah sebuah kata benda yang menjadi subyek pembicaraan atau diskusi.
(3) Negara-negara di dalam negerinya (asalnya) pada umumnya adalah معرفة (ma'arifa) yaitu yang pasti.
(4) المبتدأ umumnya adalah مرفوع (marfoo ') yaitu Nominative, artinya dibutuhkan dhammah atau dhammataan pada huruf terakhir isme.
الخبر (al-khabar) - Predikat Nominatif
(1) الخبر secara harfiah berarti "informasi". Itulah yang awalnya datang setelah المبتدأ (al-mubtada).(2) الخبر memberikan informasi atau berita tentang المبتدأ, dan dengan mana ia melengkapi keuntungan dengan المبتدأ.
(3) الخبر in the أصل (origin) umumnya نكرة (nakira) yaitu tidak terbatas.
(4) الخبر umumnya adalah مرفوع (marfoo ') yaitu nominatif, artinya dibutuhkan dhammah atau dhammataan pada huruf terakhir isme.
Anti bintu-n? (Benar) Anta bintu-n? (Salah) Anti waladu-n? (Salah)
Jika ada dua subjek dan jenis kelaminnya berbeda, artinya satu maskulin dan satu feminin, predikatnya maskulin, mis. (ar-rajulu wal-waladu wa l-bintu tullaabun) - Pria, anak laki-laki dan perempuan itu adalah siswa (m).
[Catatan: tullaabun berarti "(laki-laki) siswa" dan taalibaatun berarti "(perempuan) siswa"]
Contoh:
الرجل طالب (ar-rajulu taalibun) - Pria itu adalah murid (Mubtada '= ar-rajulu dan khabar = taalibun)
(al-masjidu kareebu-n) - Masjid sudah dekat (Mubtada '= al-masjidu dan khabar = kareebu-n) المسجد قريب
(Nahnu fil-buyuti) - Kami ada di rumah-rumah (Mubtada '= nahnu dan Khabar = fil-buyuti) نحن في البيوت
Komentar
Posting Komentar